Free Blog Content
|
| Download |
eBook
Biografi dan Karomah Syuhada Jihad Bosnia |
| Mutiara Hikmah |
| |
| Buku Tamu |
ShoutMix chat widget
|
| Jadwal Shalat |
|
| Radio Dakwah |
|
|
|
| Kamis, Desember 17, 2009 |
| Cara Kaum Sekuler Dalam Memutarbalikkan Makna Dan Tujuan Agama |
| Kaum sekuler mempunyai banyak cara dalam memutarbalikan makna serta tujuan agama yang dihembuskan ke dalam jiwa kaum muslimin, antara lain :
1. MEMBUJUK PARA TOKOH YANG BERJIWA LEMAH DAN LABIL IMANNYA
Berbagai bujukan duniawi dijajakan, baik berupa harta, pangkat atau wanita cantik, kalau saja mau menyuarakan program dan propaganda kaum sekuler. Namun sebelum diberi peluang emas, mereka terlebih dahulu diorbitkan ke masyarakat melalui segala bentuk mass media yang dikelola oleh kaum sekuler itu sebagai ulama, cendekiawan dan intelektual yang berpengetahuan serta berwawasan luas, dengan harapan pernyataan-pernyataannya mudah diterima oleh sebagian besar kaum muslimin. Dengan demikian mereka berhasil memperdayai banyak orang Islam dan sekaligus memutarbalikan teks-teks ajaran agama, baik dari makna maupun maksud yang sebenarnya.
2. BEASISWA PENDIDIKAN
Memberi kesempatan kepada orang-orang tertentu untuk melanjutkan studi di negara Barat di bawah asuhan kaum sekuler di sana yang kemudian dianugerahkannya berbagai gelar ilmiah yang mentereng seperti “DOKTOR” dan lain sebagainya. Mereka diprogram untuk menjadi pengajar atau dosen pada universitas-universitas di negerinya kelak, dengan harapan memiliki kemampuan melencengkan agama, memutarbalikan makna dan tujuannya dalam jiwa para intelektual muslim dengan seluas-luasnya.
Sulit kita bayangkan betapa besar kerusakan yang akan timbul apabila kelas para alumnus Perguruan Tinggi atau universitas tersebut memegang kendali serta tampuk pimpinan dalam pemerintahan mengingat eksistensi atau keberadaan kaum sekular dan antek-anteknya yang setiap saat mencetak kader di berbagai Perguruan Tinggi yang tersebar di seluruh persada tanah air kita.
3. MENCABIK KESATUAN SERTA SISTEM AGAMA
Mereka rajin dan sangat produktif dalam melemparkan permasalahan furu’ baik secara lisan maupun tulisan. Dengan demikian sibuklah umat mengurus masalah-masalah remeh. Mengadakan berbagai polemik dan perdebatan dengan melibatkan para ulama dan para ilmuwan muslim, sehingga tersita waktu dan perhatian dari tugas-tugas pentingnya sebagai pembimbing umat.
4. MELECEHKAN PARA ULAMA DAN INTELEKTUAL MUSLIM
Dalam berbagai kesempatan di berbagai mass media, mereka berusaha memberikan image bagi ulama dan intelektual muslim sebagai orang yang sesat dan amoral, pemburu dunia, tahta dan wanita, agar masyarakat menjauhkan diri dan tidak mau mempercayai dakwahnya lagi. Dengan demikian terbukalah peluang luas bagi sekuler untuk meracuni pendapat umum tanpa saingan dan rintangan.
5. SENANG MEMPERMASALAHKAN KHILAFIAH
Mereka banyak berbicara berbagai macam khilafiah sampai pada permasalahan yang kecil dan detail. Maksudnya hanya untuk mempertajam dan memperbesar perselisihan di antara para ulama sehingga memberi kesan kepada awam, bahwa agama hanya berisi penuh dengan perselisihan yang tidak pernah mendapat titik temu di antara ulama agama. Dengan demikian akan lahir dengan sendirinya kesan dalam jiwa bahwa tidak ada yang dapat diyakini serta yang positif dalam agama. Kalau tidak demikian tentu tidak terdapat perselisihan di dalamnya. Orang-orang sekuler banyak yang memojokkan agama dengan masalah-masalah serupa itu agar menimbulkan kesan buruk sehingga kaum muslimin sendiri meragukan agamanya.
6. MENDIRIKAN BERBAGAI UNIVERSITAS DAN LEMBAGA KEBUDAYAAN ASING
Pada hakikatnya semua lembaga tersebut di atas tunduk atau di bawah pengawasan negara-negara sekuler Barat yang mensponsori pendiriannya dengan semangat keras hendak melemahkan hubungan kaum muslimin dengan agamanya. Dalam waktu yang bersamaan ia juga berusaha menyebarluaskan pikiran-pikiran sekuler dalam skala yang seluas-luasnya, terutama dalam pelajaran ilmu sosial, filsafat, dan psikologi.
7. BERUSAHA MENGGUGURKAN KAIDAH AGAMA
Dalam banyak permasalahan, mereka berusaha mencari kemungkinan untuk dapat menggugurkan kaidah agama yang sudah sah dan mapan dengan menggunakan senjata kaidah dan ketetapan agama yang memungkinkan untuk dapat dipertahankan dengan gigih meskipun tidak ada tempatnya dan tanpa mengindahkan back ground maupun kronologis ketetapan itu. Dilihat dari penggunaan dalih yang sesat itu, nampak bahwa mereka hendak memasarkan semua atau setidak-tidaknya sebagian besar dari pemikiran sekuler. Contoh –contoh kaidah yang sering mereka selewengkan sangat banyak sekali, diantaranya: “Dalam keadaan darurat dibenarkan kepada orang melakukan pelanggaran-pelanggaran”, “Menghindari kerusakan lebih diutamakan daripada mendapatkan keuntungan”, “islam relevan dengan semua zaman (dan keadaan)”, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Mereka juga mengutip kaidah-kaidah itu untuk dijadikan landasan dalam mencangkok semua sistem ekonomi dan politik yang kini sudah menjamur hampir ke seluruh negeri kaum muslimin, tanpa disadari hakikatnya oleh sebagian besar umat Islam.
Menurut pendapat kami, ulah mereka itu merupakan perbuatan yang sangat berbahaya, karena dapat menimbulkan kesalahpahaman dan penyesatan terhadap kaidah agama yang sudah dipahami masyarakat luas. Guna menjelaskan latar belakang makar mereka serta mengungkapkan perbuatan jahat secara jelas dan rinci, diperlukan uraian yang luas dan menyeluruh dengan harapan agar kesalahpahaman yang timbul dapat segera dilenyapkan.
Dalam hal ini, kami ingin meyakinkan para pembaca yang budiman bahwa upaya mereka di dalam menggunakan kaidah-kaidah agama Islam bukan didasari keyakinan mereka pada agama. Mereka juga tidak yakin dengan keparipurnaan agama yang memunculkan kaidah-kaidah tersebut, akan tetapi mereka hanya menggunakan sebagai alat untuk merealisasikan tujuan mereka yang sesat dan menyesatkan itu. Label: agama, Islam, sekuler
|
posted by ukhtynez @ 23:57  |
|
|
|
|
| Renungan Akhir Tahun |
Berbahagia orang yang mengisi waktunya dengan ibadah kepada Allah. Berbahagialan orang yang menyibukan dirinya dengan ketaatan dan menghindari maksiat. Berbahagialah orang yang senantiasa memburu cinta dan ridla Allah pada seluruh aktifitas hidupnya.
Sesungguhnya dalam perjalanan waktu dan bergantinya siang dan malam terdapat tanda-tanda kebesaran Allah.
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal." (QS. Ali Imran: 190)
Saudaraku, sebentar lagi tahun 1430 Hijriyah akan pergi meninggalkan kita dan tak kan pernah kembali. Yang telah diperbuat sudah tercatat dengan rapi tak ada kesalahan padanya. Kelak, catatan itu akan ditunjukkan pada kita untuk kita pertanggungjawabkan. Jika baik, maka baik pula balasannya. Namun, jika buruk maka buruk pula balasan yang diperoleh.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Hasyr: 18)
Maka seseorang yang berakal hendaklah menginstropeksi dirinya, dan melihat urusannya. Jika sekiranya dia telah meninggalkan suatu kewajiban, maka segeralah bertaubat, lalu mencurahkan segenap kesungguhannya untuk memperbaikinya, meminta tolong kepada Allah untuk menyempurnakannya. Hendaknya dia selalu menimbang antara pemberian Allah dan karunia-Nya dengan kewajiban yang dilalaikannya, hal ini bisa menumbuhkan rasa malu kepada Allah.
Jika sekiranya dia telah meninggalkan suatu kewajiban, maka segeralah bertaubat, lalu mencurahkan segenap kesungguhannya untuk memperbaikinya, meminta tolong kepada Allah untuk menyempurnakannya.
Dan jika dia telah melakukan dosa, kemaksiatan, dan hal-hal yang haram segeralah ia meninggalkannya, bertaubat dengan sebenarnya, dan meninggalkan sebab dan perantara yang bisa membawanya kembali kepada penyimpangan.
Namun sekiranya dia termasuk orang yang diberi keistiqomahan oleh Allah, maka bersyukurlah kepada Allah dan mintalah untuk tetap istiqomah sampai akhir hidupnya.
Imam al-Hasan al-Bashri pernah mengatakan, "sesungguhnya manusia adalah kumpulan hari-hari jika berlalu satu hari maka berlalu pula sebagian dari dirinya."
Janganlah seperti orang yang melupakan Allah, tidak berdzikir dan tidak juga melaksanakan perintah Allah. Sebaliknya, dia selalu menuruti keinginan nafsu dan syahwatnya, maka hal itu tidak mendatangkan kebaikan untuknya. Bahkan Allah akan menjadikannya lupa untuk melakukan hal yang dibutuhkannya, lupa melakukan hal yang bermanfaat dan berguna untuknya, sehingga segala perbuatannya sia-sia. Maka dia rugi dunia dan akhirat.
خَسِرَ الدُّنْيَا وَالْآَخِرَةَ ذَلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ
"Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata." (QS. Al-Hajj: 11)
Sumber : www.majalahummatie.wordpress.comLabel: agama, Aqidah, muhasabah
|
posted by ukhtynez @ 02:02  |
|
|
|
|
|